Seledri

Apium graveolens L

HERBAL UNTUK DIURETIK

Seledri

Apium graveolens L

Suku : Apiaceae

 

a.  Nama daerah

Saladri.

 

b. Bagian yang digunakan

           Herba.

 

c. Deskripsi tanaman/simplisia

Terna tumbuh tegak, tinggi sekitar 50 cm dengan bau aromatik yang khas. Batang persegi, beralur, beruas, tidak berambut, bercabang banyak, berwarna hijau. Daun majemuk menyirip ganjil dengan anak daun 3-7 helai. Anak daun bertangkai 1-2,7 cm, helaian daun tipis dan rapuh, pangkal dan daun runcing, tepi beringgit, panjang 2-7,5 cm, lebar 2-5 cm, pertulangan menyirip, berwarna hijau keputihan. Bunga berbentuk payung 8-12 buah, kecil-kecil berwarna putih, mekar secara bertahap. Buah kotak, berbentuk kerucut, panjang 1-1,5 mm, berwarna hijau kekuningan.

 

d. Kandungan kimia

Flavonoid, saponin, tannin 1%, minyak atsiri 0,033%, flavor-glukosida (apiin), apigenin, kolin, lipase, asparagin, zat pahit, vitamin (A,B,C). Setiap 100 g herba seledri mengandung air 93 ml, protein 0,9 g, lemak 0,1 g, karbohidrat 4 g, serat 0,9 g, kalsium 50 mg, besi 1 mg, fosfor 40 mg, yodium 150 mg, kalium 400 mg, magnesium 85 mg, vitamin A 130 IU, vitamin C 15 mg, riboflavin 0,05 mg, tiamin 0,03 mg, nikotinamid 0,4 mg. Akar mengandung asparagin, manit, minyak atsiri, pentosan, glutamin, dan tirosin. Ekstrak diklorometan akar seledri mengandung senyawa poliasetilen falkarinol, falkarindiol, panaksidiol dan 8-O-metilfalkarindiol. Biji mengandung apiin, minyak atsiri, apigenin, alkaloid. Senyawa yang memberi bau aromatic adalah ftalides (3-butilftalid & 5,6-dihidro turunan sedanenolid).

 

e. Data keamanan

LD50 peroral pada tikus : 7,55 g/kg BB

LD50 peroral pada tikus lebih besar 5000 mg/kg BB. Tidak toksik pada pemberian subkronik dengan dosis per oral 5000 mg/kg BB pada tikus.

 

f. Data manfaat

1. Uji praklinik:

Infusa daun seledri 20; 40% dosis 8 mL/ekor pada tikus putih dengan pembanding furosemida dosis 1,4 mg/ekor, dapat memperbanyak urin secara bermakna.

  2. Uji klinik:

-

 

g. Indikasi

Diuretik.

 

h. Kontraindikasi

Karena diuretik kuat maka tidak digunakan pada gangguan ginjal akut, infeksi ginjal, dan kehamilan. Buah seledri mengandung fuanokumarin yang berefek fototoksik dan dapat memicu terjadinya reaksi alergi.

 

i. Peringatan

Herba seledri segar lebih dari 200 g sekali minum dapat menyebabkan penurunan tekanan darah secara tajam sehingga mengakibatkan syok. Dosis 200 g juga menyebabkan efek diuretik.

 

j. Efek Samping

Alergi.

 

k. Interaksi

Meningkatkan efek obat antihipertensi dan diuretik.Biji seledri dapat mengencerkan darah, sehingga tidak digunakan pada orang yang menggunakan pengencer darah, termasuk aspirin, dan Warfarin. Pasien yang menggunakan diuretik tidak boleh mendapat biji seledri.

 

l. Posologi

2 x 1 sachet (2 g serbuk biji)/hari, seduh dalam 1 cangkir air. 1 x 1 kapsul (100 mg ekstrak daun)/hari.

 

SUMBER : PMK NO.6 TAHUN 2016 TENTANG FORMULARIUM OBAT HERBAL ASLI INDONESIA