Kunyit

Curcuma domestica Val.

HERBAL UNTUK DISLIPIDEMIA

Kunyit

Curcuma domestica Val.

Sinonim : C.longa Linn., Turmerik

Suku : Zingiberaceae

 

a.  Nama daerah

Rimpang kunyit, koneng, kunir, konyet, kunir bentis, temu koneng, temu kuning, guraci.

 

b. Bagian yang digunakan

           Rimpang

 

c. Deskripsi tanaman/simplisia

Semak tinggi ±70 cm, batang semu, tegak, bulat, membentuk rimpang, berwarna hijau kekuningan. Daun tunggal membentuk lanset memanjang. Helai daun 3-8, ujung dan pangkal daun runcing, tepi rata, panjang 20-40 cm, lebar 8-12 cm. Pertulangan daun menyirip, daun berwarna hijau pucat. Bunga majemuk berambut bersisik. Panjang tangkai 16-40 cm. panjang mahkota 3 cm, lebar 1 cm, berwarna kuning. Kelopak silindris, bercangap 3, tipis dan berwarna ungu. Pangkal daun pelindung putih. Akar serabut berwarna coklat muda. Rimpang warna kuning jingga, kuning jingga kemerahan sampai kuning jingga kecoklatan.

 

d. Kandungan kimia

Kurkuminoid yaitu    campuran        dari      kurkumin (diferuloilmetan), monodeksmetoksikurkumin dan bisdesmetoksikurkumin. Struktur fenolnya memungkinkan untuk menghilangkan radikal bebas. Minyak atsiri 5,8% terdiri dari a-felandren 1%, sabinen 0,6%, sineol 1%, borneol 0,5%, zingiberen 25%, dan seskuiterpen 53%. Mono- dan seskuiterpen termasuk zingiberen, kurkumen, α- dan β-turmeron.

 

e. Data keamanan

LD50 ekstrak etanol pada mencit per oral: > 15 g/kg BB. Monyet diberi 0,8 mg/kg BB kurkumin/hari dan tikus 1,8 mg/kg BB/hari selama 90 hari tidak menunjukkan efek samping. In vitro tidak bersifat mutagenik. Per oral pada tikus dan mencit tidak teratogenik. FDA mengklasifikasikan sebagai GRAS (Generally Recognized as Safe). Tidak ada efek samping pada pasien artritis rematoid yang diberi 1200 mg/hari kurkumin selama 2 minggu. Tidak ada efek toksik setelah pemberian oral 2,2 g kunyit (setara 180 mg kurkumin)/hari selama 4 bulan.

f. Data manfaat

1. Uji praklinik:

Pemberian ekstrak Curcuma longa (kunyit) 200 mg/kg BB pada tikus menunjukkan aktivitas antihiperkolesterolemia, menurunkan LDL tanpa mempengaruhi HDL. Ekstrak etanol rimpang kering dosis 30 mg/kg BB diberikan intragastrik pada tikus setiap 6 jam selama 48 jam, memperlihatkan aktivitas antihiperkolesterolemia.

Kelinci yang dibuat aterosklerosis yang diberi diet tinggi kolesterol dan ekstrak C. longa menunjukkan efek antioksidan yang positif dibanding kelompok kontrol. Kurkumin memobilisasi α-tokoferol dari jaringan lemak, sehingga melindungi dari kerusakan oksidatif yang diproduksi selama pembentukan aterosklerosis.

Kurkumin        meningkatkan              transpor           kolesterol        LDL      & VLDL dalam plasma, sehingga meningkatkan kadar α-tokoferol.

Mekanisme kerja : kandungan kurkumin meningkatkan aktivitas kolesterol-7α-hidroksilase dan meningkatkan katabolisme kolesterol. Pada jaringan dan mikrosom hati tikus, kandungan demethoxycurcumin, bisdemethoxycurcumin, dan acetylcurcumin menghambat lipid peroksidase

  2. Uji klinik:

Uji acak terkontrol terhadap subyek DM tipe-2 menunjukkan pemberian kapsul yang mengandung kombinasi ekstrak C. longa (200 mg/kapsul) dan bawang putih (200 mg/kapsul) dengan dosis 2,4 g per hari selama 12 minggu menunjukkan perbaikan profil lipid (penurunan kolesterol total, LDL, trigliserid), penurunan glukosa darah puasa dan penurunan kadar HbA1C.

Sebanyak 10 sukarelawan sehat yang diberi 500 mg curcumin selama 7 hari menghasilkan penurunan bermakna kadar lipid peroksida serum (33%) dan peningkatan HDL kolesterol (29%) serta penurunan kadar serum kolesterol total (12%).

 

g. Indikasi

Dislipidemia, hiperkolesterolemia (Grade C)

 

h. Kontraindikasi

Belum diketahui.

 

i. Peringatan

Obstruksi saluran empedu, kolesistitis. Hipersensitivitas terhadap komponen kunyit, gagal ginjal akut, anak < 12 tahun.

 

j. Efek Samping

Mual.

 

k. Interaksi

Dapat meningkatkan aktivitas obat antikoagulan, antiplatelet, trombolitik, sehingga meningkatkan risiko perdarahan. Interaksi kurkumin dengan herbal yang lain: orang sehat diberi 2 g kurkumin dikombinasi dengan 20 mg piperin, bioavailabilitas kurkumin meningkat 20 kali.

 

l. Posologi

2 x 1 tablet (200 mg ekstrak)/hari ac.

 

SUMBER : PMK NO.6 TAHUN 2016 TENTANG FORMULARIUM OBAT HERBAL ASLI INDONESIA