Cabe Jawa

Piper retrofractum Vahl

HERBAL UNTUK DISFUNGSI EREKSI

Cabe Jawa

Piper retrofractum Vahl

Suku : Piperaceae

 

a.  Nama daerah

Lada panjang; cabai jawa, cabai panjang; cabean, cabe alas, cabe areuy, cabe jawa, cabe sula; cabhi jhamo, cabi onggu, cabi solah ; cabai.

 

b. Bagian yang digunakan

           Buah.

 

c. Deskripsi tanaman/simplisia

Perawakan semak berkayu, dibagian pangkal batang, memanjat dengan akar pelekat pada batang pohon, membelit atau merayap dipermukaan tanah, tinggi atau panjang batang dapatv mencapai 10 m. Daun tunggal, letak daun tersebar, helaian daun berbentuk bulat telur sampai lonjong, pangkal daun berbentuk jantung atau membulat, ujungb daun runcing, bintik-bintik kelenjar tenggelam di permukaan bawah, panjang helai daun 8,5-30 cm, lebar 3-13 cm, panjang tangkai daun 0,5-3 cm. Perbungaan berupa bunga mejemuk untai tegak atau sedikit mengangguk, panjang tangkai 0,5-2 cm, daun pelindung berbentuk bulat telur, panjang 1,5-2 mm, berwarna kuning waktu bunga mekar. Bulir jantan: panjang 2,5-8,5 cm, benang sari 2 kadang- kadang 3, pendek. Bulir betina: panjang ,5-3 cm, putik berjumlah 2-3 buah. Bunga berbentuk bulat, lonjong, berwarna merah cerah. Biji berukuran 2-2,5 mm.

 

d. Kandungan kimia

Buah cabe jawa mengandung minyak atsiri 0,9%, zat pedas piperin 4-6%, resin (kavisin), asam palmitik, 1-undecylenyl-3-4-methylenedioxy benzen, piperidin, sesamin. Senyawa lain adalah asam palmitat, asam tetrahidropiperat, N-isobutyl decatrans-2.

 

e. Data keamanan

Nilai LD50 ekstrak etanol buah cabe jawa adalah 2,324 mg/kg BB per oral pada tikus. Pemberian ekstrak buah cabe jawa dosis 1,25; 3,75 dan 12,5 mg/kg BB selama 90 hari tidak menimbulkan kerusakan organ.

Teratogenik pada dosis bertingkat 140, 1400, 14000 mg/kg BB tikus hamil 7 hari. Diberikan setiap hari sampai hari ke-16 kehamilan. LD50 oral ekstrak etanol-air 1:1 pada mencit sebesar 3,32 mg/10 g mencit. Uji subkronik selama 90 hari dengan dosis ekstrak etanol 12,5 mg/200 g BB tikus tidak menimbulkan kerusakan pada organ penting.

 

f. Data manfaat

1. Uji praklinik:

Infusa buah cabe jawa dosis 0,21; 2,1 dan 21 mg/10 g BB yang diberikan pada tikus putih jantan selama 33 hari, pembanding metiltestosteron 12,5 µg/10 g BB, hasil dosis 2,1 mg/10 g BB memberikan efek androgenik dan anabolik maksimal.

  2. Uji klinik:

Ekstrak buah cabe jawa dosis 100 mg/hari diberikan pada 9 pria hipogonad, hasil 7 dari 9 pria hipogonad mengalami peningkatan kadar testosteron, bersifat androgenik lemah dan 9 pria tersebut meningkat frekuensi koitusnya.

 

g. Indikasi

Disfungsi ereksi dan aprodisiak.

 

h. Kontraindikasi

Alergi.

 

i. Peringatan

Reaksi anafilaksis pada orang yang alergi.

 

j. Efek Samping

Dapat menimbulkan respiratory distress syndrome bila terinhalasi.

 

k. Interaksi

Dapat meningkatkan absorpsi dan kadar obat fenitoin, propranolol dan teofilin dalam darah apabila obat tersebut digunakan bersama dengan herbal ini.

 

l. Posologi

1 x 1 kapsul (100 mg ekstrak)/hari.

 

SUMBER : PMK NO. 6 TAHUN 2016 TENTANG FORMULARIUM OBAT HERBAL ASLI INDONESIA