Pasak Bumi
Eurycoma longifolia (Jack)
Suku: Simarubaceae
a. Nama daerah
Babi kurus, kebel, mempoleh, tungke ali.
b. Bagian yang digunakan
Batang dan akar.
c. Deskripsi tanaman/simplisia
Pohon tinggi sampai 15 m, tidak bercabang, kalau bercabang hanya 1-2 cabang saja. Daun majemuk, panjang dan rimbun pada ujung batang. Saat daun gugur akan meninggalkan bekas luka yang cukup lebar pada batang. Daun berbentuk bulat telur sampai lanset, tidak bertangkai atau hampir tidak bertangkai dan berhadapan. Bunga terdapat pada tangkai yang bercabang, kebanyakan besar dan keluar pada pangkal daun. Bunga dewasa umumnya memiliki rambut-rambut halus dan pendek. Buah berbentuk elips atau bulat telur, panjang 10-20 mm dan lebar 5-12 mm, berwarna hijau sampai merah kehitaman saat matang.
d. Kandungan kimia
Quassinoids, termasuk eurycomanol, eurycomanol-2-O-beta-D-glycopyranoside, 13 beta, 18-dihydroeurycomanol, 14,15p-dihydroxyklaineanone, dan 6 alpha-hydroxyeurycomalactone. Derivat squalene, biphenylneolignans dan alkaloid.
e. Data keamanan
LD50 > 15.000 mg/kg BB oral pada tikus (praktis tidak toksik). Gejala toksisitas yaitu depresi, respirasi dangkal, dan konvulsi.
f. Data manfaat
1. Uji praklinik:
Efek ekstrak E. longifolia per oral dengan dosis 2 x 200, 400 dan 800 mg/kg BB selama 10 hari sebelum dan selama pengujian terhadap inisiasi kinerja seksual dan berat aksesori seksual pada tikus yang dikastrasi. Sebagai kontrol testosterone 15 mg/kg BB/hari subkutan selama 32 hari. Hasil menunjukkan bahwa E. longifolia meningkatkan kinerja seksual secara tergantung dosis pada tikus yang diterapi E. longifolia, tetapi lebih rendah dari kelompok testosterone dalam hal mounting, intromission dan ejakulasi. E. longifolia meningkatkan pertumbuhan prostat bagian ventral dan vesikula seminalis dibanding kontrol, tetapi pertumbuhan aksesori seksual pada fraksi butanol, metanol, air dan kloroform dari E. longifolia 800 mg/kg BB lebih kecil dari pada kelompok testosterone. Studi ini memperlihatkan efek E. longifolia sebagai aphrodisiak.
Studi terhadap kualitas seksual tikus usia pertengahan dilakukan dengan pemberian E. longifolia 0,5 g/kg BB dengan kontrol mendapat 3 mL/kg BB saline, setiap hari selama 12 minggu. Hasil menunjukkan bahwa longifolia meningkatkan kualitas seksual dengan menurunkan hesitation time dibanding kontrol dengan berbagai fraksi E. longifolia yang menghasilkan 865-916 (91-96), 860-914 (92-98), 850-904 (93-99), 854-890 (95-99), 844-880 (94-98), 840-875 (94-98), 830-870 (94-98), 825-860 (94-98), 820-850 (96-99), 800-840 (93-98), 750-795 (94-99) dan 650-754 detik (82-95%) kontras dengan control yang menghasilkan 950 (100), 934 (100), 910 (100), 900 (100), 895 (100), 890 (100), 885 (100), 880 (100), 855 (100), 860 (100), 800 (100) dan 790 detik (100%).
Juga ada peningkatan sementara dalam persentase tikus yang berespon pada pilihan yang benar setelah pemberian kronik 0,5 g/kg BB E. longifolia, dengan skor > 50% pilihan benar setelah terapi 2 minggu dan tidak ada peningkatan pada kontrol dan pilihan benar hanya 45-55%. Disimpulkan E. longifolia meningkatkan kualitas seksual tikus, dan efek aphrodisiac.
2. Uji klinik:
Kombinasi ekstrak Eurycoma longifolia dan Polygonum minus (antioksidan) 300 mg digunakan sebagai aprodisiaka pada 12 laki-laki berumur 40-65 tahun selama 12 minggu secara RCT, dengan kontrol plasebo (14). Hasil menunjukkan peningkatan skor bermakna terhadap fungsi ereksi maksimal (P < 0.05 ).
Studi lain menggunakan 300 mg ekstrak air Eurycoma longifolia atau plasebo selama 12 minggu terhadap 109 laki-laki usia 30-55 tahun. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kualitas hidup melalui kuisioner SF-36 dan Sexual Well-Being melalui International Index of Erectile Function (IIEF) and Sexual Health Questionnaires (SHQ); Seminal Fluid Analysis (SFA), massa lemak dan profil keamanan. Kelompok perlakuan secara bermakna meningkatkan Physical Functioning dari SF-36, dari baseline dibandingkan plasebo.
g. Indikasi
Disfungsi ereksi dan aprodisiak.
h. Kontraindikasi
Kehamilan dan laktasi.
i. Peringatan
Belum diketahui.
j. Efek Samping
Insomnia, gelisah, dan tidak sabar.
k. Interaksi
Belumu diketahui.
l. Posologi
1 x 1 kapsul (400 mg ekstrak batang/akar).
SUMBER : PMK NO. 6 TAHUN 2016 TENTANG FORMULARIUM OBAT HERBAL ASLI INDONESIA