Kayu Manis

Cinnamomum burmanii Nees &Th. Nees (C. Zeylanicum

HERBAL UNTUK DIABETES

Kayu Manis

Cinnamomum burmanii Nees &Th. Nees (C. Zeylanicum ).

Suku : Lauraceae

 

a.  Nama daerah

Holim, holim manis, modang siak–siak, kanigar, madang kulit manih, huru mentek, kiamis, kanyengar, kesingar, kecingar, cingar..

 

b. Bagian yang digunakan

           Kulit batang.

 

c. Deskripsi tanaman/simplisia

Pohon tahunan tinggi 10-15 m, berkayu, tegak, bercabang, berwarna hijau kecoklatan. Daun tunggal, lanset, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, panjang 4-14 cm, lebar 1-6 cm. Warna pucuknya kemerahan, sedangkan daun tuanya hijau tua. Bunga berkelamin dua, warna kuning, ukurannya kecil.

Buah buni, berbiji satu dan berdaging, bentuk bulat memanjang, buah muda berwarna hijau tua dan buah tua berwarna ungu tua.

 

d. Kandungan kimia

Kulit kayu manis mengandung minyak atsiri sampai 4% dengan kandungan utama cinnamaldehyde. Komponen lain cinnamil acetat, eugenol, -caryofilen, linalool dan cineol, prosianidin, musilago polisakarida, asam sinamat dan asam fenolat.

 

e. Data keamanan

LD50 minyak kayu manis 4,16 g/kg BB. Uji toksisitas subkronik dengan konsentrasi 1% pada pakan tikus menyebabkan sedikit pembesaran sel hati. Pada dosis 0,25% tidak menimbulkan efek yang tidak diinginkan. US FDA menggolongkan GRAS (Generally Recognized as Safe) dengan status sebagai bahan tambahan pangan. Tidak menimbulkan efek mutagenik. Ekstrak metanol kulit kayu manis tidak menimbulkan efek teratogenik pada tikus.

 

f. Data manfaat

1. Uji praklinik:

Ekstrak kulit kayu manis dapat menurunkan kadar glukosa pada uji toleransi glukosa. Efek hipoglikemik diduga melalui peningkatan sekresi insulin. Senyawa sinamitanin B1 yang diisolasi dari kulit kayu manis memperlihatkan efek antihiperglikemik pada sel 3T3-L1.

Kombinasi sinamitanin B1 dan insulin dapat meningkatkan ambilan glukosa. Ektrak metanol daun kayu manis pada dosis 100, 150 dan 200 mg/kg BB secara nyata dapat menurunkan kadar gula darah pada tikus yang diinduksi dengan aloksan.

Efek antidiabetik ekstrak Cinnamomi pada model hewan dengan DM tipe II (C57BIKsj db/db). pada dosis (50, 100, 150 dan 200 mg/kg BB) selama 6 minggu dapat menurunkan kadar glukosa darah secara bermakna (P<0.001) dengan hasil paling besar pada dosis 200 mg/kg BB. Kadar insulin serum dan HDL-kolesterol meningkat secara bermakna (P<0.01) dan kadar trigliserida, kolesterol total dan aktivitas alpha-glycosidase intestinal menurun secara bermakna setelah 6 minggu. Hasil ini menandakan bahwa ekstrak cinnamon berperan mengatur kadar glukosa darah dan lipid. Efek penekanan kadar glukosa darah diperkirakan dengan cara memperbaiki sensitivitas insulin atau memperlambat absorpsi karbohidrat dalam usus kecil.

  2. Uji klinik:

Studi untuk meneliti efek Ekstrak Cinnamomum (CE) pada ekspresi gen pada kultur adiposity mencit. CE larut dalam air dihasilkan dari Cinnamomum burmannii. Quantitative real-time PCR digunakan untuk meneliti efek CE terhadap ekspresi gen untuk adipokine, glucose transporter (GLUT), dan komponen insulin-signaling pada  adiposit     mencit               3T3-L1.  CE      (100      [micro]g/ml) meningkatkan kadar GLUT1 mRNA 1.91 [+ / -]0.15,. 4.39 [+ / -] 0.78, dan 6.98 [+ / -] 2.18 kali lipat dari kontrol setelah terapi 2-, 4-, dan 16-jam. CE menurunkan ekspresi protein gen insulin-signaling pathway termasuk GSK3B, IGF1R, IGF2R, and PIK3R1. Studi menunjukkan bahwa CE mengatur ekspresi multiple gen dalam adiposit. Uji klinik pada 60 pasien DM yang mendapat plasebo atau kayu manis dosis (1 g, 3 g atau 6 g)/hari selama 40 hari menurunkan kadar glukosa puasa 18 – 29%. Pada kelompok kayu manis 1 g, gula darah puasa turun 2,9 mmol/L; pada kelompok 3 g/hari menurun 2,0 mmol/L; dan pada kelompok 6 g/hari menurun 3,8 mmol/L.

 

g. Indikasi

Diabetes Melitus (Grade C)

 

h. Kontraindikasi

Demam yang tidak jelas kausanya, kehamilan, ulkus gaster atau duodenum, alergi terhadap kayu manis dan cinnamaldehyde.

 

i. Peringatan

Hati-hati pada pasien dengan kerusakan hati (karena kandungan coumarin), gangguan jantung.

 

j. Efek Samping

Dapat mencegah pembekuan darah karena itu hati-hati bila dikombinasi dengan obat pengencer darah. Alergi (dermatitis, stomatitis, gingivitis, glositis, perioral dermatitis, cheilitis).

 

k. Interaksi

Dapat menurunkan jumlah trombosit setelah penggunaan lama. Secara teoritis dengan obat antikoagulan dan antiplatelet meningkatkan risiko perdarahan tetapi tidak ada laporan klinis. Efek aditif dengan obat hipoglikemik. Sinergi dengan obat antiaritmia, herba ginko biloba, cengkeh, artemisia, ephedra.

 

l. Posologi

2 x 1 kapsul (500 mg ekstrak)/hari.

 

SUMBER : PMK NO.6 TAHUN 2016 TENTANG FORMULARIUM OBAT HERBAL ASLI INDONESIA