Pare

Momordica charantia L.

HERBAL UNTUK DIABETES

Pare

Momordica charantia L.

Suku : Cucurbitaceae

 

a.  Nama daerah

Paria, pare, pare pahit, pepareh, prieu, peria, foria, pepare, kambeh, paria. Paya, paria, truwuk, paita, paliak, pariak, pania, pepule, poya, pudu, pentu, paria belenggede, palia, papariane, pariane, papari, kakariano, taparipong, papariano, popare, pepare.

 

b. Bagian yang digunakan

           Buah.

 

c. Deskripsi tanaman/simplisia

Semak menjalar, dengan buah tipe peppo, memanjang, berjerawat tidak beraturan, oranye, pecah sama sekali dengan 3 katup, 5-7 cm (liar) hingga 30 cm (ditanam). Daun pare berbentuk membulat, bergerigi dengan pangkal bentuk jantung, garis tengah 4-7 cm, tepi berbagi 5-9 lobus, berbintik-bintik tembus cahaya, taju bergigi kasar hingga berlekuk menyirip, memiliki sulur daun dan berwarna agak kekuningan dan terasa pahit. Bunga jantan dan bunga betina tumbuh pada ketiak daun. Daun dari pare yang tumbuh liar, dinamakan daun tundung. Daun ini dikatakan lebih berkhasiat bila digunakan untuk pengobatan.

 

d. Kandungan kimia

Buah pare mengandung steroid, karantin, momordikosid, asil glikosil sterol, asam amino dan asam fenolat. Senyawa triterpen yang telah dilaporkan antara lain momordikosid (A-L), goya glikosida (A-H), momordisin, momordisinin, kukurbitan I-III, dan goya saponoin I-III. Bijinya mengandung lektin, terpenoid, momordikosid (A- E), visin, asam amino dan asam lemak, serta polipeptida-p (protein mirip insulin). Senyawa yang telah diisolasi dari herba adalah saponin, sterol, glikosida steroid, alkaloid, asam amino dan protein. Selain itu telah diisolasi triterpenoid lainnya, yaitu momordikosida dan goya glikosida. Komponen ekstrak pare dengan elektroforesis dan analisis spektrum infra merah, mirip dengan struktur insulin binatang.

 

e. Data keamanan

LD50 jus buah: 91,9 mg/100 g BB dan LD50 ekstrak alkohol per oral : 362 mg/ 100 g BB pada tikus. Momorcharins, diisolasi dari biji menginduksi aborsi pada kehamilan muda dan midterm pada mencit dan teratogenik pada kultur embrio tikus pada tahap awal organogenesis.

 

f. Data manfaat

1. Uji praklinik:

-

  2. Uji klinik:

Uji pada sukarelawan pria normal 20-30 tahun dibagi menjadi 3 kelompok masing-masing diberi ekstrak pare setara dengan 0,9; 1,8 dan 2,25 kg. Pemberian dosis setara dengan 1,8 kg buah menurunkan kadar glukosa darah secara bermakna.Ekstrak air buah pare (50 mg) pada diabetes tipe 2 dapat menurunkan glukosa darah. Pemberian bubur buah pare pada 100 penderita diabetes tipe-2 memberikan efek hipoglikemik pada 86 kasus (86%) dan 5 kasus (5%) menunjukkan pengurangan glukosa darah puasa saja.

Studi kasus (n = 8) perbaikan toleransi glukosa dan kadar glukosa darah puasa diamati pada pasien (38–50 tahun) diabetes tipe-2 yang diberi serbuk buah kering 2 x 50 mg/kg BB/hari selama 1 minggu. Ekskresi glukosa urin menurun pada hari ke-3 dan hilang sama sekali setelah 7 hari. Rerata kadar glukosa darah pasca terapi menurun dibanding nilai pra-terapi yaitu 248 mg/dL menjadi 155 mg/dL (p < 0.001) perbedaan lebih besar setelah pemberian glukosa 60 g. Tidak ditemukan efek samping.

Studi lain pada 10 pasien diabetes tipe-2 yang diberi serbuk buah 2,0 g/hari selama 11 hari, memperlihatkan penurunan kadar glukosa dan kolesterol total 10,02%. Penurunan kadar glukosa selama GTT sangat bermakna, 10,64–15,15% (p < 0,001).

Mekanisme kerja dengan menurunkan glukoneogenesis di hati, meningkatkan sintesis glikogen hati, dan meningkatkan oksidasi glukosa perifer di eritrosit dan adiposit. Ada data terbatas bahwa buah pare meningkatkan sekresi insulin di pankreas. Penurunan kadar glukosa dimulai setelah 30 menit, mencapai maksimum 4 jam dan berakhir dalam 12 jam.

 

g. Indikasi

Diabetes Melitus (Grade C)

 

h. Kontraindikasi

Kehamilan, menyusui dan anak.

 

i. Peringatan

Semua bagian tanaman pare dapat menurunkan fertilitas baik pria maupun wanita (khususnya buah dan biji).

 

j. Efek Samping

Koma hipoglikemi dan konvulsi pada anak, peningkatan kadar glutamil transferase dan fosfatase alkali, sakit kepala.

 

k. Interaksi

Pare dapat meningkatkan aktivitas insulin/obat antidiabetes lainnya dan obat penurun kadar kolesterol.

 

l. Posologi

2 x 2 kapsul (500 mg ekstrak)/hari.

 

SUMBER : PMK NO.6 TAHUN 2016 TENTANG FORMULARIUM OBAT HERBAL ASLI INDONESIA