Salam
Syzygium polyanthum Weight
Suku : Myrtaceae
a. Nama daerah
Meselangan, ubar serai, salam, kastolan.
b. Bagian yang digunakan
Daun.
c. Deskripsi tanaman/simplisia
Pohon, bertajuk rimbun, tinggi sampai 25 meter. Daun tunggal, bila diremas berbau harum, bertangkai pendek, panjang tangkai daun 5-10 mm. helai daun berbentuk jorong memanjang. Panjang 7-15 cm, lebar 5-10 cm. Ujung dan pangkal daun meruncing, tepi rata. Permukaan atas berwarna cokelat tua. Tulang daun menyirip dan menonjol pada permukaan bawah. Tulang cabang halus. Perbungaan berupa malai, keluar dari ranting, berbau harum.
d. Kandungan kimia
Minyak atsiri, tanin, flavonoid.
e. Data keamanan
LD50 pada mencit per oral: 5g/kg BB. Uji toksisitas subkronik dosis 2 g/kg BB tidak menunjukkan gangguan, namun pada dosis 3 g/kg BB menunjukkan peningkatan kadar ureum dan kreatinin plasma serta peningkatan enzim hati.
f. Data manfaat
1. Uji praklinik:
Ekstrak air daun salam tidak larut etanol dengan dosis 700 mg/kg BB terhadap mencit menunjukkan efek menurunkan konsentrasi glukosa darah mencit normal, menurunkan konsentrasi glukosa darah pada mencit diabetes diinduksi aloksan, dan mempercepat toleransi glukosa pada mencit diabetes diinduksi aloksan.
Uji aktivitas hipoglikemik ekstrak etanol daun salam 30% dan 70% pada kelinci jantan yang dibebani dengan glukosa menunjukkan hasil yang signifikan (p<0,05). Kandungan yang teridentifikasi adalah golongan flavonoid. Tidak terlihat tanda stimulasi terhadap saraf parasimpatik setelah perlakuan.
Ekstrak daun salam secara oral pada tikus berefek hipoglikemik. Metabolit yang berada di urin, feses, dan darah menunjukkan bahwa ekstrak pada feses adalah 0%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar ekstrak diserap oleh tubuh. Pada sampel darah maupun urin metabolit utama ekstrak tidak terdeteksi disebabkan karena ekstrak mengalami proses metabolisme dalam tubuh.
2. Uji klinik:
65 individu DM tipe II terdiri atas 30 perempuan dan 35 laki-laki dengan usia 35 tahun keatas (rerata usia 48 tahun) dibagi dalam dua kelompok, yaitu perlakuan (50 orang) dan kontrol (15 orang).
Ekstrak daun salam diberikan 4 kali sehari 2 kapsul atau 2 g/hari) Terjadi penurunan rerata gula darah puasa dari 192,2/dL menjadi 140,3/dL (p<0.05) pada kelompok perlakuan sedangkan pada kontrol tidak ada perubahan bermakna.
g. Indikasi
Diabetes Melitus (Grade C)
h. Kontraindikasi
Belum diketahui.
i. Peringatan
Tidak dianjurkan pada kelainan hepar dan ginjal.
j. Efek Samping
Belum diketahui.
k. Interaksi
Belum diketahui.
l. Posologi
2 x 1 sachet (5 g serbuk)/hari, rebus dengan 2 gelas air sampai menjadi 1 gelas.
SUMBER : PMK NO.6 TAHUN 2016 TENTANG FORMULARIUM OBAT HERBAL ASLI INDONESIA