Cabe
Capsicum annuum Vahl
Suku : Solanaceae
a. Nama daerah
Cabe , lombok merah, lombok sabrang, mengkreng, rica, malita, risa, tabia.
b. Bagian yang digunakan
Buah.
c. Deskripsi tanaman/simplisia
Buah mengangguk atau menggantung, panjang dan sempit, meruncing pada bagian ujungnya, permukaan licin. Buah muda hijau dan bila tua menjadi merah, berbentuk bulat telur sampai bulat, panjang 10-15 cm, lebar 1-2 cm.
d. Kandungan kimia
Capsaicinoid (amida vanillil amine dengan asam lemak pada C8-C13): komponen utama capsaicin (32-38%), dihidro-capsaicin (18-52%). Karoten (0,3-0,8%): sebagian dalam bentuk kapsanthin, kapsarubin, zeasantin, kriptosantin. Lutein.
e. Data keamanan
Dosis toksik menimbulkan hipotermia karena mempengaruhi termoreseptor. Pemberian dosis tinggi pada waktu lama dapat menimbulkan kerusakan lambung kronik, kerusakan hati, dan efek neurotoksik.
f. Data manfaat
1. Uji praklinik:
Zat aktif yang paling penting adalah capsaicin, yang menghasilkan efek hyperemic cutaneus nociceptor atau saraf sensorik perifer cabang saraf sensorik primer yang diaktivasi oleh stimulus noxious. Saraf perifer menghasilkan respon lokal seperti edema, kemerahan, dan vasodilatasi, sementara serabut aferen menyampaikan informasi noxiceptive ke SSP dan menghasilkan sensasi nyeri dan terbakar. Desensitasi jangka panjang terjadi setelah penggunaan capsaicin berulang dan menghasilkan hilangnya sensasi nyeri. Capsaicin terikat pada reseptor vanilloid tipe-C (VR1) dan membuka saluran kation sehingga terjadi influks kalsium berlebih yang kemudian terjadi pelepasan neuropeptida (substansi P) yang bertanggung jawab terhadap nyeri kemogenik, regulasi suhu dan neurogenik. Penghambatan saluran kalsium akan mengakibatkan penurunan substansi P dalam saraf sensoris dan hilangnya rasa nyeri.
2. Uji klinik:
-
g. Indikasi
Membantu menghilangkan ketegangan otot, rematik.
h. Kontraindikasi
Belum diketahui.
i. Peringatan
Penggunaan topikal pada bayi atau anak-anak harus berhati-hati karena dapat mengenai mukosa. Reaksi alergi jarang terjadi dan sensitisasi spontan dapat terjadi.
j. Efek Samping
Uji topikal dengan campuran mengandung 1-5% ekstrak buah Capsicum selama 48 jam, menginduksi eritema samar pada 1 dari 10 sukarelawan. Uji topikal berulang dengan ekstrak buah Capsicum 0,025% pada 103 subjek tidak menimbulkan iritasi atau dermatitis kontak alergik. US FDA menyatakan bahwa capsaisin aman dan efektif sebagai analgesik eksternal. Aplikasi topikal krim capsaicin dapat menimbulkan rasa terbakar pada kebanyakan orang beberapa hari pertama, yang akan menghilang pada aplikasi berulang. Eritema sering menyertai rasa terbakar. Kontaminasi tidak sengaja, terutama pada mata,mulut atau regio perineal regions, dapat terjadi karena tidak mencuci tangan setelah menggunakan krim, yang dapat dihilangkan dengan mencuci dengan air bersih atau minyak dingin. Capsaicin dan capsaicinoid adalah iritan kuat untuk selaput mukosa dan dapat menimbulkan dermatitis.
k. Interaksi
Belum diketahui.
l. Posologi
Linimen : 10-20% capsaicin selama 2 hari, dapat diulang kembali setelah 2 minggu.
Ointment : 1/8 bagian capsaicin.
Oleoresin : kekuatan maksimum 2,5%.
Krim : 4 x 0,025-0,075% capsaicin/hari, paling sedikit selama 2 minggu.
SUMBER : PMK NO.6 TAHUN 2016 TENTANG FORMULARIUM OBAT HERBAL ASLI INDONESIA