Kayu Putih
Melaleuca leucadendra L.
Suku : Myrtaceae
a. Nama daerah
Kapape, kapuka, aren, nggela sole, inggolom, gelam, kayu gelang, kayu putih, baru galang, waru gelang, ngglelak, iren, sakelan, irano, ai kelane, irono, ilano, elan.
b. Bagian yang digunakan
Daun dan kulit batang.
c. Deskripsi tanaman/simplisia
Pohon tinggi 10-25 m. batang berkayu, kulit batang mudah mengelupas, batang bercabang banyak, penampang bulat, warna batang putih abu-abu. Daun tunggal, berbentuk jorong atau lanset,, ujung runcing dan pangkal runcing atau bulat, tepi rata, pertulangan menyirip, panjang 10-22 cm, lebar 3-9 cm, panjang tangkai 3-4 cm, warna hijau keputih-putihan.
Daun dan kulit bila memar berbau kayu putih. Bunga majemuk, berbentuk mayang berambut atau tidak berambut, tumbuh di ketiak daun atau di ujung. Buah bentuk lonceng, 2,5-7 mm, lebar 3-4 mm. Biji kecil-kecil bulat berwarna coklat.
d. Kandungan kimia
Minyak atsiri, sineol 50%-65%, α-pinen, limonen dan dipenten. 1,8-sineol (54-95%), α-pinen (2,6%), p-simen (2,7%), aromadendren, kulminaldehid, globulol dan pinokarveol.
e. Data keamanan
Tidak teratogenik bila diberi subkutan 135 mg/kg BB pd mencit hamil pg hari 6-15 kehamilan. Eucaliptol subkutan 500 mg/kg BB dilaporkan penetrasi melalui plasenta dan mencapai kadar dlm darah yg cukup untuk stimulasi aktivitas enzim metabolisme.
f. Data manfaat
1. Uji praklinik:
Minyak esensial menghambat biosintesis prostaglandin in vitro pada konsentrasi 37 µmol/L.
2. Uji klinik:
Uji klinik RCT disain bersilang dengan kontrol plasebo pada 32 pasien untuk melihat efektivitas kombinasi minyak eucaliptus dan Aetheroleum Menthae Piperitae (minyak pepermint) untuk nyeri kepala. Lima formulasi berbeda (semua dlm etanol 90%) digunakan yaitu 10 g minyak pepermint & 5 g minyak eucaliptus; 10 g minyak pepermint & sangat sedikit minyak eucaliptus; sangat sedikit minyak pepermint & 5 g minyak eucaliptus; sangat sedikit minyak pepermint & sangat sedikit minyak eucaliptus; atau plasebo. Semua diberikan topikal pada pelipis dan dahi, dan parameter neurofisiologi, psikologi, dan algesimetrik eksperimental diukur. Semua formulasi memperbaiki kognitif, dan menimbulkan relaksasi otot dan mental dibanding plasebo tetapi tidak terhadap nyeri kepala. Mekanisme kerja: komponen utama sineol diamati menghambat produksi sitokin dan metabolisme asam arakidonat.
g. Indikasi
Analgesia, antiinflamasi topikal (Grade C untuk sakit kepala).
h. Kontraindikasi
Tidak boleh diberikan per oral pada anak, inflamasi saluran cerna, gangguan kandung empedu, gangguan hati, kehamilan, dan menyusui (dengan supervisi medik).
i. Peringatan
Tidak boleh diaplikasikan ke muka, terutama hidung bayi dan anak kecil. Jauhkan dari jangkauan anak. Tidak boleh digunakan sebagai nasal spray, karena menghambat gerak silia dan dapat menimbulkan lipid pneumonia.
j. Efek Samping
Umumnya pemberian topikal tidak merangsang, tidak menimbulkan alergi, dan tidak fototoksik. Antara 1981-1992 efek keracunan diobservasi pada 59% dari 109 anak setelah tidak sengaja terminum minyak esensial 2-10 mL. Gejalanya adalah depresi tapi sadar (28%), mengantuk (25%), tidak sadar (3%) dan gejala ini tergantung dosis. Gejala lain rasa terbakar di epigastrium, nausea, vomitus, pusing, kelemahan otot, miosis, merasa sulit bernafas, sianosis, delirium, dan konvulsi. Alergi pernah dilaporkan pada penggunaan lozenges mengandung minyak esensial.
Antara 1889-1992, dilaporkan 17 kematian karena keracunan karena meminum minyak esensial. Dosis 3,5 mL fatal, namun data ini sudah tua dan kemurnian minyak juga tidak diketahui.
k. Interaksi
Studi pada hewan menunjukan kemungkinan induksi enzim metabolisme hati dan menurunkan efek obat yang diberikan bersamaan.
l. Posologi
Ekstrak cair dalam formulasi berbasis alkohol 5-10%.
SUMBER : PMK NO.6 TAHUN 2016 TENTANG FORMULARIUM OBAT HERBAL ASLI INDONESIA