Sereh
Cymbopogon nardus (L) Rendle
Suku : Gramineae
a. Nama daerah
Sere mangat, seere, sang-sange, sarai, sorai, sere, serai, belangkak, salai, segumau, see, pataha mpori, kendaung witu, nau sina, bumuke, tenian malai, rimanil, tonti, timbu ale, longio, towobane, sare, tapisa-pisa, hisa-hisa, isalo, bias, bewuwu, gara mahusu.
b. Bagian yang digunakan
Daun.
c. Deskripsi tanaman/simplisia
Merupakan keluarga rumput yang rimbun dan berumpun besar, aroma kuat dan wangi, juga merupakan tanaman tahunan yang hidup liar. Tinggi sampai 1,2 m. Akar merupakan akar serabut yang berimpang pendek. Batang tanaman tumbuh tegak lurus, bergerombol, berumbi berwarna putih kekuningan atau putih keunguan dan kemerahan, lunak, bersifat kaku dan mudah patah serta berongga.
Isi batang berupa pelepah umbi untuk pucuk. Daun berwarna hijau, tepi tajam dan kasar, panjang 50-100 cm, lebar 2 cm, daging daun tipis, serta pada permukaan dan dalamnya berbulu halus, tidak bertangkai, kesat, panjang, runcing, hamper menyerupai daun lalang, bentuk seperti pita yang makin keujung makin runcing dan berbau citrus ketika diremas, tulang daun tersusun sejajar, letaknya pada batang tersebar. Jarang sekali memiliki bunga bila ada tidak memiliki mahkota dan mengandung bulir.
d. Kandungan kimia
Mengandung 1% minyak atsiri dengan komponen sitronelal (32-45%), geraniol (12-25%), geranil asetat (3-8%), sitronelil asetat (1-4%). Komponen lain adalah mirsen (12-25%, diterpen, metilheptanon, sitronelol, linalool, farnesol, alkohol, aldehid, terpineol dan lebih 12 komponen lain.
e. Data keamanan
Di USA daun sereh termasuk Generally recognized as safe (GRAS). Infusa daun sereh per oral pada tikus selama 2 bulan, dengan pemberian 2 kali sehari tidak menunjukkan efek toksik. Meskipun demikian pernah dilaporkan 2 kasus toksik alveolitis pada penggunaan minyak atsiri secara inhalasi.
f. Data manfaat
1. Uji praklinik:
Pengujian ekstrak air panas dosis 15 mL/kg BB pada 20 tikus yang diinduksi edema oleh karagenan menunjukkan inhibisi edema sebesar 18,6%. Pada pemberian dekokta 20% menggunakan pembanding indometasin menunjukkan efek inhibisi 58,6%.
Efek analgesik perifer dari myrcene diuji terhadap hiperalgesia yang diinduksi oleh prostaglandin pada kaki tikus dan terhadap kejatan yang diinduksi oleh injeksi iloprost intraperitoneal pada mencit. Berbeda dengan efek morfin sebagai analgesik sentral, myrcene tidak menimbulkan toleransi pada pemberian berulang.Minyak atsiri berefek analgesik terhadap nyeri kepala, kejang otot, spasme, reumatik, myalgia dan neuralgia.
2. Uji klinik:
-
g. Indikasi
Analgetik-antiinflamasi.
h. Kontraindikasi
Alergi dan kehamilan.
i. Peringatan
Penggunaan secara topikal dapat menyebabkan alergi pada kulit.
j. Efek Samping
Belum diketahui.
k. Interaksi
Belum diketahui.
l. Posologi
Minyak atsiri.
SUMBER : PMK NO.6 TAHUN 2016 TENTANG FORMULARIUM OBAT HERBAL ASLI INDONESIA