Valerian

Valeriana officinalis (L)

HERBAL UNTUK INSOMNIA

Valerian

Valeriana officinalis (L)

Sinonim : Valeriana alternifolia (Ledeb)

     Valeriana excels (Poir)

     Valeriana sylvestris (Grosch)

Suku    : Valerianaceae

 

a.  Nama daerah

Ki Saat.

 

b. Bagian yang digunakan

           Akar dan daun.

 

c. Deskripsi tanaman/simplisia

Bagian herba yang di bawah tanah terdiri dari rimpang vertikal dengan banyak cabang dan 1 atau lebih stolon. Batang berlubang dapat mencapai tinggi 2 m, bercabang di bagian atas. Bunga kecil, putih atau merah jambu.

 

d. Kandungan kimia

Minyak atsiri (0,2-2,8%) dengan kandungan utama bornil asetat dan bornil isovalerat, β-kariofilen, valeranon, varenal, asam asetoksivalerenat, asam valerenat, dan seskuiterpenoid dan monoterpen lain. Kandungan penting lain (0,05-0,67%) adalah non-glikosidat bisiklik iridoid monoterpen eoksi-ester yang dikenal dengan valepotriat, yaitu valtrat dan isovaltrat.

Dihidrovaltrat, isovaleroksi-hidroksidihidrovaltrat, 1-asevaltrat. Valpotriat agak tidak stabil cepat hilang pada penyimpanan dan pemrosesan, terutama bila tidak dikeringkan dengan baik. Produk degradasinya adalah baldrinal, homobaldrinal dan valtroksal.

 

e. Data keamanan

LD50: 15.000 mg/kg BB (oral pada tikus Pemberian valpotriat menimbulkan efek sitotoksik in vitro, namun tidak in vivo walau pada dosis 1350 mg/kg. Tidak terlihat efek teratogenik pada pemberian per oral jangka lama.

 

f. Data manfaat

1. Uji praklinik:

Sebagai sedatif ringan dan obat tidur. Sering digunakan sebagai substitusi dari sedatif sintetik yang lebih kuat seperti benzodiazepin pada terapi neurosis dan ansietas yang menimbulkan kesulitan tidur. In vitro, ekstrak air dari akar V. officinalis menghambat re-uptake dan menstimulasi pelepasan GABA yang dilabel radioaktif pada sinaptosom yang diisolasi dari sediaan korteks otak tikus. Aktivitas ini dapat meningkatkan kadar GABA ekstrasel pada celah sinaps sehingga meningkatkan efek biokimia dan sifat GABA.

  2. Uji klinik:

Pada studi tersamar ganda, valerian (ekstrak air dari akar 450 mg atau 900 mg) secara bermakna mengurangi masa laten tidur dibanding plasebo, sedangkan dosis yang lebih tinggi tidak meningkatkan efek lebih lanjut. Ekstrak akar secara bermakna juga meningkatkan kualitas tidur, pada orang yang sulit tidur. Terlihat peningkatan gelombang lambat pada pasien dengan nilai basal yang rendah, tanpa perubahan REM. Pemberian ekstrak akar memperlihatkan penekanan pada aktivitas SSP, namun tapi tidak pada pemberian masing-masing kandungan bahan kimianya. Flavonoid glikosida linarin, flavon 6-metilapigenin & flavanon glikosida 2S(-) hesperidin yang diduga menimbulkan efek ansiolitik dan sedatif.

Sebuah studi menunjukkan valerian memperbaiki skor HAM-A dan STAI-trait setelah 4 minggu penggunaan. Data menunjukkan valerian memperbaiki kualitas tidur dan latensi tidur untuk 4-6 minggu, dan efek lebih baik pada yang bermasalah tidur.

Uji klinik multisenter terbuka tanpa kontrol terhadap 11.000 penderita yang diberi ekstrak air akar valerian (15-20%) dengan dosis 45 mg sehari sukses mengatasi insomnia. Dengan perincian untuk kesulitan mulai tidur (72%), kesulitan untuk meneruskan tidur setelah terbangun (76%) dan kurang istirahat serta tekanan pikiran (72%).

 

g. Indikasi

Antiansietas (Grade C) dan insomnia (Grade B).

 

h. Kontraindikasi

Kehamilan, laktasi dan gangguan fungsi hati.

 

i. Peringatan

Hanya digunakan untuk waktu singkat, bila tidak maka dapat menimbulkan sakit kepala, spasme otot, palpitasi, dan depresi. Jangan mengemudi atau menjalankan mesin. Jangan dikonsumsi bersama dengan alkohol atau obat sedatif lain. Jangan diberikan pada anak <12 tahun tanpa pengawasan dokter.

 

j. Efek Samping

         Penggunaan kronik dapat menimbulkan efek samping ringan seperti sakit kepala, ketegangan, rasa tidak nyaman dan insomnia. Dosis sangat besar dapat menimbulkan bradikardi dan aritmia serta penurunan motilitas saluran cerna. Pertolongan pertama dengan pemberian bilas lambung, karbon aktif, sodium sulfat. Dosis 20 kali dosis terapi hanya menimbulkan efek samping ringan yang akan hilang dalam 24 jam.

 

k.  Interaksi

               Valerian dapat meningkatkan durasi tidur dengan golongan barbiturat, obat anestesi dan depresan SSP lainnya.

 

l.  Posologi

Anxietas: 1 x 1 kapsul (100 mg ekstrak akar).

Insomnia: 1 x 1 kapsul (600 mg ekstrak akar), 30 menit sebelum tidur.

 

SUMBER : PMK NO.6 TAHUN 2016 TENTANG FORMULARIUM OBAT HERBAL ASLI INDONESIA