Mengkudu

Morinda citrifolia Linn.

HERBAL UNTUK HIPERTENSI

Mengkudu

Morinda citrifolia Linn.

Suku : Rubiaceae

 

a.  Nama daerah

Pace, kemudu, cengkudu, kodhuk, wengkudu, noni.

 

b. Bagian yang digunakan

           Buah

 

c. Deskripsi tanaman/simplisia

Pohon tinggi 4-8 m, batang berkayu bulat, kulit kasar, penampang batang muda segi empat, coklat kekuningan. Daun tunggal bulat telur, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, panjang 10-40 cm, lebar 5-17 cm, tangkai pendek berwarna hijau. Bunga majemuk berbentuk bonggol, bertangkai di ketiak daun. Buah bonggol, permukaan tidak teratur, berdaging panjang 5-10 cm, hijau kekuningan. Biji keras, segitiga, coklat kemerahan. Simplisia berupa irisan buah, warna cokelat, bau khas, rasa sedikit pahit, dengan ketebalan ± 1 cm, diameter 3-5 cm, dengan tonjolan-tonjolan biji.

 

d. Kandungan kimia

Alkaloid seronin, plant steroid, alisarin, lisin, sodium, asam kaprilat, arginin, prokseronin, antrakuinin, trace elements, fenilalanin, magnesium, terpenoid, dll.

 

e. Data keamanan

LD50 ekstrak air etanol buah, daun, akar pada mencit: > 10 g/kg BB. LD50 ekstrak etanol daun per oral pada tikus: > 2000 mg/kg BB.

 

f. Data manfaat

1. Uji praklinik:

Sediaan 70% ekstrak aqua-ethanol akar M. citrifolia pada sediaan atrium kanan guinea-pig, Morinda menghambat kekuatan dan rate kontraksi atrium. Pada sediaan aorta torakalis kelinci, Morinda menghambat kontraksi yang ditimbulkan oleh phenylephrine (1.0 μM) pada Kerb’s solutions dengan Ca++ normal dan tanpa Ca++- dan oleh kadar K+ tinggi setara dengan verapamil.

Pada sediaan aorta torakalis tikus, Morinda juga merelaksasi kontraksi yang diinduksi oleh phenylephrine (1.0 μM). Vasodilatasi ini tidak berubah dengan adanya L-NAME (0.1 mM) atau atropine (1.0 μM) dan pengangkatan endothelium. Hasil menunjukan bahwa efek spasmolitik dan vasodilatasi, diduga terjadi melalui penghambatan kanal Kalsium dan pelepasan Ca intra sel.

Jus buah dibandingkan dengan furosemid per oral 5 dan 10 mg/kg BB pada tikus untuk menguji efek diuretik. Jus meningkatkan volume urin (6.82 + 1.18 ml/100 g/24 jam dan 7.87 + 1.15 ml/100 g/24 jam) dan meningkatkan indeks diuretik menjadi 2.04 dan 2.36 untuk 5 mL/ kgBB dan 10 mL/kg BB dibanding control (107 + 5.18 mmol/L). Walaupun ada penurunan ekskresi potasium namun tidak bermakna.

  2. Uji klinik:

Studi Preliminary (Pre-Post) pada 10 subjek hipertensi berusia 28-56 tahun. Tiap subjek mendapat 2 x 200 jus sehari selama satu bulan. Tekanan darah rata-rata pre dan post adalah 144/83 mmHg dan 132/76 mmHg. Diduga mekanisme kerja dengan menghambat ACE dan reseptor AT.

Studi lain menggunakan 30 pria sebagai subyek. Data yang diukur adalah tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum dan sesudah pemberian ekstrak etanol mengkudu. Hasil menunjukkan bahwa rerata tekanan darah setelah minum ekstrak mengkudu sebesar 111,10/69,75 mmHg lebih rendah daripada tekanan darah rata-rata sebelum minum ekstrak etanol mengkudu yaitu sebesar 116,64/72,35 mmHg (p<0,05). Disimpulkan bahwa ekstrak etanol buah mengkudu menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik.

 

g. Indikasi

Hipertensi

 

h. Kontraindikasi

Kehamilan, laktasi, anak, hiperkalemia, alergi.

 

i. Peringatan

Hati-hati terhadap penderita gastritis karena mengkudu bersifat asam. Dengan obat antidiabetes dapat terjadi hipoglikemia dan hipotensi, karena dapat menurunkan kadar glukosa dan kalium darah. Warna urin dapat menjadi merah muda sampai merah kecoklatan.

 

j. Efek Samping

Sedasi, mual, muntah, alergi.

 

k. Interaksi

Dapat berinteraksi dengan obat ACE inhibitor, antagonis reseptor angiotensin II, diuretik hemat kalium. Dapat mengurangi efek obat imunosupresan.

 

l. Posologi

2 x 1 kapsul (500 mg ekstrak)/hari.

 

SUMBER : PMK NO.6 TAHUN 2016 TENTANG FORMULARIUM OBAT HERBAL ASLI INDONESIA