Alpukat

Persea americana Mill., P. gratissima Gaertn.

HERBAL UNTUK DISLIPIDEMIA

Alpukat
Persea americana Mill., P. gratissima Gaertn.
Suku : Lauraceae


a. Nama Daerah
Avokat, apokat, alpuket


b. Bagian yang digunakan Daun, biji


c. Deskripsi Tanaman/simplisia
Pohon tinggi + 10 m, berkayu, bulat, bercabang berwarna coklat kotor.
Daun tunggal bulat telur, berwarna hijau, bertangkai letak tersebar, ujung dan pangkal runcing, berbulu, panjang 10-20 cm, lebar 3-10 cm.
Bunga majemuk,bentuk malai, tumbuh diujung ranting, mahkota berambut, putih kekuningan.
Buah buni bulat telur, 5-20 cm, berbintikbintik atau gundul, daging buah bila sudah masak lunak, keping biji coklat kemerahan.
Akar tunggang bulat berwarna coklat.


d. Kandungan Kimia
Daun mengandung minyak atsiri 0.5%, dengan methyl- chavicol, d-d-pinene dan paraffin, isorhamnetin, luteolin, rutin, quercetin dan apigenin. Biji mengandung saponin, tannin, flavonoid dan alkaloid.


e. Data Keamanan
LD50 per oral ekstrak air biji Persea americana (alpukat):
> 10 g/kg BB pada tikus. LD50 per oral serbuk biji P. americana: 1767 mg/kg BB pada mencit. f. Data Manfaat


1) Uji Praklinik:
Efek hipolipidemia P. americana dilakukan pada tikus hiperkolestrolemia dengan berbagai dosis ekstrak metanol-air biji P. americana menurunkan kadar TC, TG, LDLC and VLDLC dan meningkatkan HDLC secara bermakna. Efek ini tergantung dosis dan perubahan diamati pada dosis ekstrak 300 mg/kg BB. Disimpulkan biji P. americana menunjukkan efek hipolipemia dan merupakan terapi alternatif untuk hiperlipemia dan hipertensi. Tigapuluh lima (35) tikus diinduksi hiperkolesterolemia dengan 30 mg/0,3 mL kolesterol per oral. Kelompok 1 adalah kontrol normal yang diberi akuades, kelompok 2, tikus tanpa hiperkolesterolemia yang diberi akuades. Kelompok 3-6 diberi kolesterol per oral dan ekstrak metanol biji P. americana dosis 50, 100, 200 dan 300 mg/kg BB selama 10 hari. Hasil menunjukkan ada penurunan kadar TC, TG, VLDLC dan LDLC dan peningkatan HDLC secara bermakna (P < 0.05) pada kelompok berbagai dosis P. americana. Studi eksperimental Pre dan Post Randomized Controlled Group Design dilakukan pada 32 tikus hiperlipidemia yang dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok kontrol, mendapat diet standar, dan 3 kelompok terapi, I mendapat diet jus P. americana 2 mL/hari, kelompok II, 3 mL/hari, dan terapi III, 4 mL /hari selama 15 hari. Didapat hasil bahwa ke -3 dosis jus P. americana menurunkan serum kolesterol total secara bermakna dibanding kontrol (p=0.000). Dosis yang paling efektif adalah 4 mL/hari.

2) Uji klinik:
Pada suatu studi, 2 kelompok perempuan dialokasi secara random untuk mendapat diet P. americana, yang lain diet tinggi karbohidrat kompleks. Setelah 3 minggu, diet P. americana menurunkan kadar kolesterol total 8.2% dari baseline, sedangkan penurunan pada karbohidrat kompleks yaitu 4.9% (tidak bermakna). Kadar LDL kolesterol dan apolipoprotein B menurun hanya pada kelompok P. americana. Untuk menentukan efek diet high monounsaturated fatty acids (MFA) terhadap lipid serum, diteliti 30 normolipidemia dan 37 pasien dengan hiperkolesterolemia ringan (5.4-9.3 mmol/L), di mana 15 dari padanya hipertrigliseridemia (2.3-4.8 mmol/L). Sejumlah 15 normolipidemia dan 30 hiperkolesterolemia (15 dengan NIDDM) menerima diet P. americana (2000 KKal, lipids 53%, MFA 49 g, saturated/unsaturated ratio 0.54), dan 7 hiperkolesterolemia non-DM mendapat diet kontrol isokalori (MFA 34 g, saturated/unsaturated ratio 0.7). Setelah 7 hari, pada normolipidemia, serum kolesterol total menurun 16% diikuti diet tinggi MFA, dan meningkat pada kontrol (p < 0.001). Pada subjek hiperkolesterolemia yang mendapat P. americana, serum kolesterol total menurun 17%, LDL-kolesterol menurun 22% dan trigliserida menurun 22%, serta peningkatan HDL-kolesterol 11% secara bermakna (p < 0.01). Diet tinggi MFA- P. americana dapat memperbaiki profil lipid pada orang sehat dan pasien hiperkolesterolemia dan pasien yang juga disertai hipertrigliseridemia.

g. Indikasi
Hiperkolesterolemia (Grade B)


h. Kontra Indikasi
Belum diketahui

i. Peringatan
Belum diketahui

j. Efek Samping
Alergi lateks, pisang, melon, dan pir mungkin sensitif silang dengan alpukat


k. Interaksi
Penurunan efek warfarin dilaporkan pada 2 pasien


l. Posologi

2 x 2 kapsul (250 mg ekstrak daun)/hari

SUMBER : PMK NO.6 TENTANG FORMULARIUM OBAT HERBAL ASLI INDONESIA